REPLIKNEWS, TANA TORAJA - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sepanjang 2025 menyentuh 17 sekolah di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Bantuan yang bersumber dari APBN ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembenahan sarana dan prasarana sekolah.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menegaskan bahwa revitalisasi tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Bumi Lakipadada.
"Bantuan revitalisasi ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak kita belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak. Infrastruktur yang baik akan menunjang proses belajar mengajar yang berkualitas," ujar Bupati Zadrak.
Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintahan dirinya bersama Wakil Bupati, Erianto Paundanan.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus ditopang fasilitas yang memadai, terutama di wilayah yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih.
"Kami ingin pembangunan pendidikan dilakukan secara merata. Tahun ini 17 sekolah telah tersentuh program revitalisasi, dan ke depan upaya ini akan terus berlanjut untuk menjangkau satuan pendidikan lainnya," tegasnya.
17 satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Di antaranya UPT SMP PGRI Marinding dengan alokasi Rp670.000.000, UPT SDN 2 Bonggakaradeng sebesar Rp486.101.094, serta UPT SDN 4 Makale Rp457.897.894.
Di wilayah Mengkendek, dua sekolah masing-masing UPT SDN 4 Mengkendek dan UPT SDN 14 Mengkendek menerima Rp469.881.480.
Sementara itu, UPT SMPN Satap 2 Sangalla menjadi salah satu penerima terbesar dengan alokasi Rp2.135.000.000.
Revitalisasi juga menyentuh UPT SDN 4 Sangalla Utara (Rp924.350.324), UPT SDN 2 Sangalla (Rp583.991.259), dan UPT SDN 9 Sangalla Utara (Rp344.097.249). Di Gandangbatu Sillanan, UPT SDN 14 menerima Rp340.973.000.
Untuk jenjang SMP, UPT SMPN 1 Malimbong Balepe memperoleh Rp1.586.000.000 dan UPT SMPN 1 Masanda Rp1.036.000.000.
Sementara di wilayah Makale dan sekitarnya, bantuan juga mengalir ke UPT SDN 1 Makale Utara (Rp929.914.587), UPT SDN 7 Makale Selatan (Rp737.171.951), serta UPT SDN 4 Rantetayo (Rp348.446.507).
Tak ketinggalan, UPT SDN 7 Kurra menerima Rp708.500.848 dan UPT SD Kristen Nafiri Sion memperoleh Rp480.166.455.
Selain dukungan program dari pusat, Pemda Tana Toraja juga mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBD untuk memperkuat infrastruktur pendidikan dasar.
Peningkatan sarana dan prasarana ini menyentuh seluruh kecamatan di Tana Toraja, sebagai bentuk pemerataan pembangunan pendidikan tanpa terkecuali.
Pembenahan tersebut meliputi rehabilitasi ruang kelas, perbaikan fasilitas penunjang, hingga pembangunan ruang belajar yang lebih representatif bagi siswa.
Adapun total keseluruhan pagu yang dialokasikan mencapai Rp 23.851.573.627.
Rinciannya, Kecamatan Makale menjadi penerima alokasi terbesar dengan anggaran Rp 3.493.560.000. Disusul Kecamatan Mengkendek sebesar Rp 2.723.917.127 dan Kecamatan Bittuang Rp 2.415.000.000.
Sementara itu, Kecamatan Makale Selatan memperoleh Rp 1.722.000.000 dan Kecamatan Rantetayo sebesar Rp 1.741.560.000.
Kecamatan Gandangbatu Sillanan mendapatkan Rp 1.468.000.000, Rembon Rp 1.278.000.000, serta Simbuang Rp 1.270.000.000.
Kecamatan Bonggakaradeng dialokasikan Rp 1.171.560.000 dan Kecamatan Rano Rp 1.099.000.000. Untuk wilayah Sangalla Raya, masing-masing menerima anggaran yakni Kecamatan Sangalla Rp 401.000.000, Sangalla Utara Rp 871.560.000, dan Sangalla Selatan Rp 1.050.000.000.
Kecamatan Saluputti memperoleh Rp 800.000.000, Kurra Rp 689.560.000, Makale Utara Rp 508.000.000, serta Mappak Rp 599.416.500. Sementara itu, Malimbong Balepe mendapat Rp 300.000.000 dan Masanda Rp 250.000.000. (*)
Editor : Redaksi






